
Modul relay bekerja berdasarkan prinsip elektromagnetik untuk menggerakkan kontaktor guna memindahkan posisi ON ke OFF atau sebaliknya dengan memanfaatkan tenaga listrik. Peristiwa tertutup dan terbukanya kontaktor ini terjadi akibat adanya efek induksi magnet yang timbul dari kumparan induksi listrik. Perbedaan yang paling mendasar antara relay dan saklar adalah pada saat pemindahan dari posisi ON ke OFF. Relay melakukan pemindahan-nya secara otomatis dengan arus listrik, sedangkan saklar dilakukan dengan cara manual.

Relay bekerja karena adanya gaya elektromagnetik. Ini tercipta dari inti besi yang dililitkan kawat kumparan dan dialiri aliran listrik. Saat kumparan dialiri listrik, maka otomatis inti besi akan jadi magnet dan menarik penyangga sehingga kondisi yang awalnya tertutup jadi terbuka (Open). Saat kumparan tidak dialiri listrik, maka pegas akan menarik ujung penyangga dan menyebabkan kondisi yang awalnya terbuka jadi tertutup (Close).


Mode Kerja Relay:

Percobaan 11: Relay

Skematik dan Board:


- Hubungkan IN Relay (Active Low) dengan pin D2 ATMEGA 2560
- Hubungkan board ATMEGA 2560 dengan Komputer menggunakan kabel USB.
- Bukalah IDE Arduino, kemudian ketikkan kode program/sketch atau buka file Akses_Relay
- Compile menggunakan verify button (tanda ceklist pada IDE arduino) untuk mengecek ada atau tidaknya error/kesalahan dalam pengetikan.
- Upload program ke arduino dengan cara, pilih File > Upload to I/O board, atau tekan tombol tanda panah pada jendela IDE arduino.
Coding Akses_Relay:
#define relay 2
void setup() {
pinMode(relay, OUTPUT);
}
// the loop function runs over and over again forever
void loop() {
digitalWrite(relay, HIGH);
delay(5500);
digitalWrite(relay, LOW);
delay(5500);
}
Video Demo: