
Sensor DHT11 merupakan modul sensor yang berfungsi untuk mendeteksi nilai suhu dan kelembaban pada suatu lingkungan/tempat. Sensor ini mampu mengkonversi data analog hasil pembacaan internal sensor menjadi data dengan satuan suhu dan kelembaban secara real time. Kecepatan akses yang digunakan pada sensor DHT11 ini adalah 1 Hz, sehingga data dapat diperbarui setiap 1 s.
Sensor DHT11 dapat mengukur suhu lingkungan mulai dari 0 ℃ sampai 50 ℃ dengan akurasi ±2 ℃. Sedangkan jangkauan/rentang kelembaban yang dapat dideteksi sensor DHT11 adalah 20% hingga 80% kandungan air di udara dengan akurasi 5%.
Komponen Sensor DHT11

Cara Kerja Sensor DHT11
Untuk penginderaan kelembaban, sensor DHT11 memliki dua komponen elektroda dengan substrat penahan kelembaban (Moisture Holding Substrate) yang diapit di antara keduanya. Ion-ion akan dilepaskan oleh substrat saat uap air diserap olehnya, hal tersebut menyebabkan meningkatnya konduktivitas antara elektroda.
Perubahan resistansi antara dua elektroda sebanding dengan kelembaban relatif. Semakin tinggi kelembaban, maka resistansi antara elektroda menurun. Sebaliknya, semakin rendah kelembaban, maka resistansi antara elektroda meningkat.

Sedangkan untuk penginderaan suhu, sensor DHT11 memiliki komponen resistor termal yang resistansinya dapat berubah secara drastis terhadap nilai suhu, yaitu NTC (Negative Temperature Coefficient).
Nilai resistansi NTC berbanding terbalik dengan kenaikan suhu. Sehingga, semakin tinggi suhu suatu lingkungan, maka resistansi NTC mengecil. Sebaliknya, semakin rendah suhu suatu lingkungan, maka resistansi NTC semakin membesar.

Di bagian belakang sensor DHT11 terdapat rangkaian IC kontroller. IC ini digunakan untuk mengukur dan memproses sinyal analog yang dihasilkan sensor dengan koefisien kalibrasi, melakukan konversi analog ke digital dan mengeluarkan sinyal digital dengan data satuan suhu dan kelembaban. Koefisien kalibrasi merupakan data hasil kalibrasi sensor yang tersimpan pada memori program OTP.

Modul sensor DHT11 ini telah dilengkapi dengan semua sirkuit pendukung yang penting, sehingga mampu digunakan tanpa komponen tambahan apapun. Modul sensor DHT11 ini dilengkapi resistor pull up 10KΩ yang terhubung antara VCC dan pin Output untuk mengatasi kondisi “floating”, sehingga sinyal yang akan dibaca menjadi lebih jelas yaitu bernilai HIGH atau LOW. Selain itu, modul ini juga memiliki kapasitor decoupling untuk menyaring/memfilter noise sinyal pada catu daya.

Pinout & Spesifikasi DHT11

Akses Sensor DHT11 dengan Arduino Uno

Code:
#include <dht.h> // Include library
#define outPin 8 // Defines pin number to which the sensor is connected
dht DHT; // Creates a DHT object
void setup() {
Serial.begin(9600);
}
void loop() {
int readData = DHT.read11(outPin);
float t = DHT.temperature; // Read temperature
float h = DHT.humidity; // Read humidity
Serial.print("Temperature = ");
Serial.print(t);
Serial.print("°C | ");
Serial.print((t*9.0)/5.0+32.0); // Convert celsius to fahrenheit
Serial.println("°F ");
Serial.print("Humidity = ");
Serial.print(h);
Serial.println("% ");
Serial.println("");
delay(2000); // wait two seconds
}
.
DHT11 With Arduino Uno & LCD Paralel Wiring

Code:
#include <LiquidCrystal.h> // Include LiquidCrystal Library
#include <dht.h>
#define outPin 8
LiquidCrystal lcd(12, 11, 5, 4, 3, 2); // Create an LCD object.
dht DHT; // Create a DHT object
void setup() {
lcd.begin(16,2); // Initialize the LCD
}
void loop() {
int readData = DHT.read11(outPin);
float t = DHT.temperature;
float h = DHT.humidity;
lcd.setCursor(0,0);
lcd.print("Temp.: ");
lcd.print(t);
lcd.print((char)223);//shows degrees character
lcd.print("C");
lcd.setCursor(0,1);
lcd.print("Humi.: ");
lcd.print(h);
lcd.print("%");
delay(2000);
}
Hasil pada LCD:
