3.2 Pembiasan DC Pada Transistor
3.2 Pembiasan DC Pada Transistor

Pengantar

Dalam menganalisis atau mendesain penguat transistor diperlukan pengetahuan tentang respons DC dan AC dari suatu sistem. Banyak asumsi bahwa transistor adalah perangkat ajaib yang dapat meningkatkan level (tegangan, arus, atau daya) input AC yang diterapkan tanpa bantuan sumber energi eksternal. Sebenarnya, setiap peningkatan tegangan, arus, atau daya AC adalah hasil dari transfer energi dari catu daya DC yang diterapkan.

Gambar 3.22 Simulasi rangkaian penguat pada transistor

Oleh karena itu analisis atau desain amplifier elektronik memiliki dua komponen: Komponen DC dan AC. Dalam analisis dan desain ini teorema superposisi dapat diterapkan dan analisis komponen/kondisi DC dapat sepenuhnya dipisahkan dari respons AC nya. Namun harus diingat bahwa selama tahap desain atau pembuatan, pemilihan parameter untuk level DC yang diperlukan akan memengaruhi respons AC, dan sebaliknya. Nilai (tegangan, arus, atau daya) DC dari operasi/kerja transistor dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk rentang titik kerja yang terdapat pada karakteristik transistor.

Setelah nilai arus dan tegangan DC yang diinginkan telah ditentukan, maka rangkaian transistor harus dirancang untuk menghasilkan titik operasi/kerja yang diinginkan. Beberapa jenis rangkaian transistor akan dianalisis dalam topik ini. Setiap desain rangkaian transistor juga akan menentukan kestabilan sistem, yaitu seberapa sensitif sistem terhadap variasi suhu. Meskipun beberapa desain rangkaian akan dianalisis dalam bab ini, terdapat persamaan mendasar yang digunakan dalam setiap analisis konfigurasi/desain rangkaian:

Sebenarnya, saat anda sudah benar-benar memahami beberapa analisis desain rangkaian transistor maka anda dapat dengan mudah memahami konfigurasi/desain-desain rangkaian transistor selanjutnya. Sebagian besar analisis rangkaian, arus basis IB adalah parameter pertama yang harus ditentukan. Setelah IB diketahui, hubungan pers. (4.1) hingga (4.3) dapat diterapkan untuk mencari parameter-parameter lain yang dicari.

Kesamaan analisis pada tiap-tiap desain rangkaian akan semakin terlihat jelas saat anda belajar terus menerus pada bab ini. Persamaan IB sangat mirip untuk sejumlah desain/konfigurasi rangkaian sehingga satu persamaan IB dapat diperoleh dari desain/konfigurasi yang lain dengan hanya menghilangkan atau menambahkan satu atau dua parameter. Fungsi utama bab ini adalah untuk mem-familiarkan dengan transistor BJT yang akan memungkinkan analisis komponen DC dari sistem yang menggunakan penguat BJT.

Video Tutorial:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *